PASAR TENAGA KERJA

 

PASAR TENAGA KERJA

 

 

Pasar Tenaga Kerja adalah seluruh aktivitas dari pelaku-pelaku untuk mempertemukan pencari kerja dengan lowongan kerja, atau proses terjadinya penempatan dan atau hubungan kerja melalui penyediaan dan penempatan tenaga kerja. Pelaku – pelaku yang dimaksud di sini adalah pengusaha, pencari kerja dan pihak ketiga yang membantu pengusaha dan pencari kerja untuk dapat saling berhubungan. Pasar tenaga kerja dapat pula diartikan sebagai suatu pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli tenaga kerja. Sebagai penjual tenaga kerja di dalam pasar ini adalah para pencari kerja (Pemilik Tenaga Kerja), sedangkan sebagai pembelinya adalah orang-orang/lembaga yang memerlukan tenaga kerja.

 

Pasar tenaga kerja diselenggarakan dengan maksud untuk mengkoordinasi pertemuan antara para pencari kerja dan orang-orang atau lembaga-lembaga yang membutuhkan tenaga kerja. Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan, maka pasar tenaga kerja ini dirasakan dapat memberikan jalan keluar bagi perusahaan untuk memenuhinya. Dengan demikiantidak terkesan hanya pencari kerja yang mendapat keuntungan dari adanya pasar ini. Untuk menciptakan kondisi yang sinergi antara kedua belah pihak, yaitu antara penjualdan pemberi tenaga kerja maka diperlukan kerjasama yang baik antara semua pihak yangterkait, yaitu penjual tenaga kerja, pembeli tenaga kerja.

 

  • Pencari kerja yaitu Setiap orang yang mencari pekerjaan baik karena menganggur, putus hubungan kerja maupun orang yang sudah bekerja tetapi ingin mendapatkan pekerjaan lebih baik yang sesuai dengan pendidikan, bakat, minat dan kemampuan yang dinyatakan melalui aktivitasnya mencari pekerjaan.
  • Pemberi kerja yaitu Perorangan, pengusaha, badan hukum, atau badan-badan lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja dengan membayar imbalan berupa upah atau gaji.
  • Perantara yaitu Media atau lembaga yang mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja, misalkan agen penyalur tenaga kerja, bursa kerja dan head hunters (Pihak ketiga yang menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Sebagai imbalan, head hunters akan memperoleh prosentasi gaji dari orang yang diterima bekerja atau komisi dari perusahaan.

 

Pengertian pasar tenaga kerja menurut para ahli:

        1. Suroto

                    Pasar kerja yaitu seluruh kebutuhan dan persediaan tenaga kerja, atau seluruh permintaan dan penawaran dalam masyarakat dengan seluruh mekanisme yang memungkinkan adanya transaksi produktif diantara orang menjual tenaganya dengan pihak pengusaha yang membutuhkan tenaga tersebut.

 

        2. Payaman J. Simandjuntak

                    Pasar kerja merupakan salah satu proses terjadinya penempatan atau hubungan kerja melalui penyediaan dan permintaan tenaga kerja.

 

        3. Rachmawati, SE, MM

                    Pasar kerja yakni seluruh kegiatan yang mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja, yaitu pengusaha atau produsen, pencari kerja, perantara atau pihak ketiga dimana terdapat kemudahan bagi kedua pihak untuk saling berhubungan.

 

        4. Simanjuntak (2001:101)

                    Pasar kerja adalah seluruh aktivitas dari pelaku-pelaku yang mempertemukan pencari kerja dan lowongan kerja. Pelaku ini terdiri dari:

  • Yang membutuhkan Pengusaha tenaga.
  • Pencari Kerja
  • Perantara atau pihak ketiga yang memberikan kemudahan bagi pengusaha dan pencari kerja untuk saling berhubungan.

 

 

Para pelaku di pasar tenaga kerja, terdiri dari:

        1. Pencari kerja yaitu Setiap orang yang mencari pekerjaan baik karena menganggur, putus hubungan kerja maupun orang yang sudah bekerja tetapi ingin mendapatkan pekerjaan lebih baik yang sesuai dengan pendidikan, bakat, minat dan kemampuan yang dinyatakan melalui aktivitasnya mencari pekerjaan

        2. Pemberi kerja yaitu Perorangan, pengusaha, badan hukum, atau badan-badan lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja dengan membayar imbalan berupa upah atau gaji

        3. Perantaran yaitu Media atau lembaga yang mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja, misalkan agen penyalur tenaga kerja, bursa kerja dan

        4. Headhunters (Pihak ketiga yang menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Sebagai imbalan, headhunters akan memperoleh prosentasi gaji dari orang yang diterima bekerja atau komisi dari perusahaan.

 

Kekuatan perusahaan dan tenaga kerja kadangkala berbeda. Di bawah ini jenis pasar tenaga berdasarkan kekuatan dan persaingan dengan perusahaan:

1. Pasar Bersaing Sempurna:

Dalam pasar tenaga kerja persaingan sempurna terdapat banyak sekali perusahaan. Oleh karena itu, para tenaga kerja dapat menawarkan jasanya secara perseorangan pada perusahaan yang diinginkan. Pada pasar ini, setiap tenaga kerja bertindak demi kepentingan masing-masing dan tidak mendirikan perserikatan seperti serikat pekerja demi mewakili kepentingan bersama. Pada pasar ini berlaku pula hukum permintaan dan hukum penawaran seperti pada pasar barang dan jasa (pasar output). Itu berarti, semakin tinggi upah tenaga kerja, semakin sedikit permintaan terhadap tenaga kerja. Sebaliknya, semakin rendah upah tenaga kerja, semakin banyak permintaan terhadap tenaga kerja. Hal demikian berlaku pula pada penawaran, yakni semakin tinggi upah tenaga kerja semakin banyak penawaran tenaga kerja. Sebaliknya, semakin rendah upah tenaga kerja semakin sedikit penawaran tenaga kerja.

 

2. Monopoli:

Jenis pasar monopoli adalah perkumpulan para tenaga kerja yang bersatu dalam serikat pekerja atau serikat buruh yang menuntut gaji serta fasilitas lainnya kepada perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan.Pada pasar monopoli, serikat pekerja memiliki hak monopoli dalam menjual atau menawarkan jasanya.

Penentuan tingkat upah pada pasar jenis ini dilakukan dengan 3 cara:

  • Menuntut gaji yang lebih tinggi dari gaji ekuilibrium.
  • Membatasi atau mengurangi penawaran tenaga kerja.
  • Meningkatkan permintaan tenaga kerja.

 

 3. Monopsoni

Pasar monopsoni adalah perusahaan yang memiliki otoritas atau kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan para tenaga kerja. Hal ini disebabkan karena dalam suatu wilayah hanya memiliki 1 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang banyak itu tidak termasuk ke dalam serikat buruh atau serikat pekerja. Akibatnya, gaji yang diberikan kepada karyawan biasanya di bawah upah ekuilibrium atau upah keseimbangan.

 

4. Monopoli Bilateral

Jenis terakhir adalah monopoli bilateral, pasar ini terjadi karena terdapat dua kekuatan yang saling bertentangan.Kondisi ini bisa terjadi antara serikat pekerja dengan perusahaan yang menggunakan tenaga kerja. Baik serikat pekerja dan perusahaan sama-sama memiliki kekuatan yang sama dalam menuntut keinginannya. Maka terjadilah persaingan antara kedua belah pihak dan disebut dengan istilah monopoli bilateral. Melalui pasar tenaga kerja, perusahaan dan juga para pencari kerja atau tenaga kerja akan sama-sama diuntungkan. Agar proses jual-beli bisa berjalan dengan lancar, kedua belah pihak harus sama-sama mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

 

 

 

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Tenaga Kerja

 

Kelebihan adanya pasar tenaga kerja:

  • Untuk membantu mengurangi pengangguran
  • Untuk membantu bagi pencari kerja maupun pengusaha/perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja
  • Untuk mudah mendapatkan sebuah informasi tentang lowongan pekerjaan baik didalam negeri maupun di luar negeri
  • Untuk membantu dengan cepat mengisi posisi pekerjaan dengan kemampuan yang dimiliki

 

Kelemahan adanya pasar tenaga kerja:

  • Munculnya kegiatan percalonan tenaga kerja
  • Munculnya tindakan penipuan dan kekerasan terhadap calon tenaga kerja

 

 

 Peranan Pemerintah Dalam Mengatasi Masalah Tenaga Kerja di Indonesia

  • Meningkatkan Mutu Tenaga Kerja

Pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu tenaga kerja dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan bagi tenaga kerja. Pelatihan kerja diselenggarakan dan diarahkan untuk membekali, meningkatkan, dan mengembangkan kemampuan dan produktifitas tennaga kerja, dengan adanya latihan kerja diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja luar negeri.

 

  • Memperluas Kemampuan Kerja

Usaha pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja di dalam negeri, yaitu:

o   Mendorong dan memfasilitasi penciptaan wirausahawan baru.

o   Melaksanakan pelatihan keterampilan.

o   Mengembangkan industri padat karya.

o   Menyelenggarakan proyek-proyek pekerjaan umum.

Usaha pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja ke luar negeri, yaitu Perluasan kesempatan kerja ke luar negeri dilakukan dengan cara mengirim tenaga kerja Indonesia melalui departemen tenaga kerja maupun perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) Pemerintah mengeluarkan peraturan dan peningkatan kualitas sumber daya TKI.

 

  • Memperoleh Pemerataan Lapangan Kerja

Pemerintah mengoptimalkan informasi pemberitahuan lowongan kerja kepada para pencari kerja melalui pasar kerja, dengan cara ini diharapkan pencari kerja mudah mendapatkan informasi lowongan pekerjaan.

 

  • Memperbaiki Sistem Pengupahan

Pemerintah harus memperhatikan penghasilan yang layak bagi pekerja. Untuk itu pemerintah pemerintah menetapkan upah minimum regional (UMR). Dengan penetapan upah minimum. Berarti perusahaan dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum yang ditetapkan.

 

 

EKONOMI MANAJERIAL

 

Pengertian Ekonomi Manajerial

 

        Ilmu Ekonomi Manajerial merupakan salah satu bentuk terapan dari ilmu ekonomi dalam dunia bisnis dan manajemen. Ilmu Ekonomi Manajerial menerapkan teori dan metodologi ekonomi dalam pembuatan keputusan di dunia bisnis dan administrasi.Secara lebih khusus, Ilmu Ekonomi Manajerial menggunakan alat dan teknik analisis ekonomi dalam menganalisis dan memecahkan masalah-masalah manajerial. Artinya, Ilmu Ekonomi Manajerial menghubungkan ilmu ekonomi tradisional dengan ilmu-ilmu pengambilan keputusan (decision sciences) dalam pembuatan keputusan manajerial.

        Ilmu Ekonomi Manajerial memang menitikberatkan pada penerapan-penerapan konsep-konsep ekonomi di dunia bisnis. Meskipun demikian, perlu pula diketahui bahwa konsep-konsep ekonomi manajerial bisa juga diterapkan pada tipe-tipe organisasi lainnya. Prinsip-prinsip ekonomi manajerial tersebut antara lain berkenaan dengan bagaimana mengalokasikan sumber dayasumber daya yang langka secara efisien. Dengan demikian, prinsip-prinsip tersebut juga relevan dengan manajemen nonbisnis, organisasi-organisasi nirlaba, seperti lembagalembaga pemerintah, sekolah- sekolah, rumah sakit, museum, dan lain-lain. 

 

Berikut Pengertian Dari Ekonomi Manajerial Menurut Pendapat Para Ahli:

>. Mark Hirschey

        Menurut Hirschey (2003), ekonomi manajerial adalah aplikasi teori ekonomi sebagai metode untuk pengambilan keputusan menajerial dan administratif.

>. Dominic Salavatore (1996)

        Menurut Dominic Salavatore (1996), managerial economics adalah pengetahuan atau wawasan yang menunjukan adanya teori ekonomi dan analisis terhadap pengambilan keputusan berdasarkan teori ekonomi tersebut untuk menelaah bagaimana bisnis dapat mencapai tujuan dengan efisien.

>. Paul G. Keat

        Menurut Paul G. Keat (2000), managerial economics adalah ilmu dan seni tentang bagaimana mengorganisir dan mengalokasikan sumber daya perusahaan yang terbatas untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

>. Evan J. Douglas

        Menurut Evan J. Douglas (1995), ekonomi manajerial adalah bagian ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan penerapan prinsip-prinsip metodologi ekonomi dalam proses pengambilan keputusan sebuah perusahaan/ organisasi.

>. Campbell R. McConnell

        Menurut Campbell R. McConnell (1993), managerial economics adalah alat analisis yang sangat penting bagi manajer dalam mengambil keputusan bisnis. Sesuai dengan namanya, ekonomi manajerial merupakan gabungan dari ilmu ekonomi dan ilmu manajemen.

 

Fungsi Ekonomi Manajerial

Fungsi dari ekonomi manajerial diantaranya adalah:

        Sebagai alat untuk melakukan evaluasi. Dalam bisnis, evaluasi tidak hanya bisa menjadi instrumen dalam menentukan keberhasilan bisnis saja, tapi juga sebagai proses recheck kebijakan. Apakah kebijakan lama bisa kembali diberlakukan dan sesuai dengan kondisi perusahaan saat ini, atau mungkin perusahaan membutuhkan kebijakan yang baru. Fungsi ini umumnya kerap diberlakukan pada level tingkat manajerial.

        Membantu manajer dalam menyelesaikan masalah. Menyambung pembahasan sebelumnya, jika hasil evaluasi membutuhkan kebijakan atau keputusan baru, tentunya perubahan tersebut tidak mungkin datang tanpa adanya alasan yang kuat atau mungkin masalah baru. Fungsi lain dari ekonomi manajerial tidak lain untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

        Sebagai contoh, kondisi ekonomi pasar yang bersifat dinamis, tentunya menuntut perusahaan melakukan penyesuaian dan kebijakan. Jika masalah tersebut bersifat manajerial, mungkin saja penyebabnya berkaitan persoalan sumber daya, entah itu man, material, money, atau mungkin method. Dengan mengetahui letak munculnya masalah, tentu permasalahan tersebut dapat segera diatasi.

        Menganalisis lingkungan industri. Ekonomi manajerial juga bisa berfungsi sebagai analisis lingkungan industri, lingkungan perusahaan, dan kondisi ekonomi.Analisis kondisi ini mengacu pada beberapa bagian seperti kondisi supplier, konsumen, dan keberadaan pesaing atau kompetitornya. Hasil analisis tersebut tentu dapat diolah kembali menjadi informasi pendukung dalam menunjang rencana dan keputusan perusahaan ke depan demi meningkatkan profit perusahaan.

 

 

Tujuan Ekonomi Manajerial

1. Sebagai Alat Evaluasi

        Dari sini kita dapat mengevaluasi dari pekerjaan manajer terdahulu. Maksudnya adalah kita dapat mengevaluasi kinerja dari manajer terdahulu, bukan hanya kinerjanya saja melainkan kebijakan yang dibuat. Dari sini apabila dalam evaluasi menemukan hal yang dapat menunjang proses perkembangan perusahaan maka akan diadopsi pada masa manajer yang baru.

        Jika ditemukan suatu kesalahan seperti terkadang ada hal yang tidak sesuai dengan keadaan pasar yang berubah-ubah tetap dilakukan pada masa manajer terdahulu, maka dari sini dapat dicarikan alternative ataupun dapat dihilangkan di manajerial yang baru.

        Dari evaluasi ini diharapkan mendapat hasil yaitu mengadopsi hal yang positif pada kebijakan sebelumnya, dan mengambil altrenatif keputusan atau diatur ulang untuk hal yang dirasa kurang cocok dalam kebijakan sebelumnya, sehingga manajer baru memiliki gambaran untuk kebijakan yanga akan diambil selanjutnya. Bukan hanya itu saja dari proses evaluasi ini pula kita dapat mengetahui dimana titik kelemahan dan keuntungan dalam sebuah perusahaan. Dari sini kita lebih memiliki gambaran tentang perusahaan apabila kita telah mengetahui kelemahan dan kelebihan yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan mengembangkan kelebihan dan dengan alternative pemecahan masalah yang didapat dapat meningkatkan lagi kelebihan untuk menutupi segala kelemahan yang ada.

 

2. Membantu Manajer Dalam Menyelesaikan Masalah

        Kita tahu bahwa dalam perkonomian pasti banyak masalah yang dihadapi, belum lagi kondisi pasar yang berubahubah membuat masalah yang dihapai manajer semakin bertambah. Kita tahu bahwa masalah yang dihapai menajer bukan hanya menghadapai kondisi pasar yang berubah-ubah, melainkan juga dalam menentukan tingkatan harga dan pada saat produk keluar, dengan perkembangan teknologi manajer juga harus paham teknologi industri yang mana yang cocok untuk digunakan pada perusahaan, sekiranya efisien namun tidak menghambat keuangan serta tidak menguras banyak pendanaan. Selain itu manajer juga harus mengetahui media promosi dan peiklanan yang sekiranya dapat membantu perusahaannya dalam mepromosiakn produk. Ekonomi manajerial yang berperans ebagai alat analisis dalam pengambilan keputusan, dapat membantu maslaah yang dihadapi oleh manajer 

 

3. Mengatur Keuangan

        Karena ekonomi manajerial berperan sbeagai alat analisis dalam pengambilan keputusan maka dengan ekonomi manajerial kita dapat mengatur jalannya system keunangan baik pengeluara maupun pemasukannya. Disini perlu pula diidentifikasi biayabiaya yang sekiranya penting agar digunakan sefisien mungkin, menghindari biaya-biaya yang tidak diperlukan namun tanpa semgaja dikeluarkan.Sehingga kita bisa menganalisis pengambilan keputusan bagaimana pemasukan dimanfaatkan dan bagaimana pengeluaran dapat diminimalisir ataupun dengan pengeluaran yang banyak diharapkan dapat menyeimbangkan pemasukan pula.

 

4. Untuk Mengetahui Lingkungan Industri, Perusahaan, Maupun Perekonomian.

        Sesuai tujuannya untuk mendapatkan keuntungan, maka dengan adanaya ekonomi manajerial kita terbantu dalam menganalisis suatu lingkungan indutri, perusahaan, maupun perekonomian. Karena ekonomi manajerial berbasis pada analisis, maka dalam analisis lingkungan juga diperlukan banyak hal yang perlu diperhatikan. Dalam analisis lingkungan yang perlu dianalisis adalah bagaimana keadaan konsumen, pemasok, dan juga kompetitor.

        Analisis yang dilakukan bukan hanya tiga itu saja namun, juga dengan keadaan lingkungan dimana perusahaan akan mengeluarkan produk mereka. Banyak pertimbangan yang dilakuakn dalam analisis lingkungan agar mencapai pada keputusan yang tepat. Analisis lingkungan diperlukan untuk tahap pengambilan keputusan, dari pengambilan keputusan inilah nantinya akan menghasilka bagaimana perusahaan mendapatkan keuntungan yang diinginkan.

 

5. Untuk Keuntungan Perusahaan

        Di awal telah djelaskan bahwa fungsi ekonomi manajerial adalah sebagai alat analisis dalam pengambilan keputusan untuk tujuan keuntungan perusahan. Maka dengan adanya eonomi menejerial diharapkan perusahaan dapat menganalisis hal yang membawa keuntungan bagi perusahaan itu sendiri. Disinilah mengapa manajer harus memahami fluktuasi pasar. Dimana manajer harus mengetahui letak dimana permintaan pasar, harga jual dan laba.Disini manajer juga harus mengetahui berapa penetapan harga untuk penjual produk yang sesuai. Hal ini dilakukan agar perusahaan mendapatkan keuntungan bersih yang maksimal, dimana paling minimal dapat mengembalikan pengeluaran perusahaan, agak sedikit naik harus mencapai target yang diinginkan perusahan, dan lebih baik lagi yang maksimal adalah mendapatkan keuntungan bersih yang melebihi target yang diinginkan.

 

 

STRUKTUR PASAR

Pengertian Pasar

        Pasar merupakan sebuah tempat untuk bertemunya penjual dan pembeli. Pasar juga sering dikaitkan dengan tempat jual beli yang tradisional dengan cara lama. Bahkan, ada orang yang membedakan antara supermarket dengan pasar.Konotasi pasar sebagai tempat konvensional dan tradisional kurang tepat, karena definisi pasar sendiri cukup kuat.

        Pengertian Pasar adalah suatu daerah, tempat, wilayah atau area tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi pertukaran barang atau perdagangan dengan alat tukar yang sah.

        Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli. Maka dari itu, pasar bisa berada di mana saja, tidak terbatas ruang dan tidak terbatas waktu.

 

Pengertian Pasar Menurut Para Ahli

        - Menurut William J. Stanton, makna dari pasar adalah kumpulan dari masyarakat yang bertujuan untuk mendapatkan rasa puas. Kepuasan itu berasal dari penggunaan uang untuk ditukar dengan barang yang mereka inginkan.

        - Menurut Simamora Pengertian pasar adalah kelompok masyarakat dengan kebutuhan dan keinginannya untuk memiliki atau membeli barang tertentu. Bukan hanya itu, mereka juga punya kemampuan beli terhadap produk tersebut. Kesempatan tukar-menukar barang dengan alat pembayaran pun ada di dalam pasar.

        - Menurut Kotler dan Amstrong Pasar adalah pertemuan antara para pembeli yang potensial dan juga penjual yang menawarkan produk atau jasa.

        - Menurut Handri Ma’aruf Pasar merupakan ruang para penjual dan pembeli bertemu. Di sana, ada permintaan dan penawaran antara penjual dan pembeli dan kemudian juga terjadi transaksi jual dan beli.

        Ada definisi dan pendekatan yang berbeda-beda terkait pasar. Namun, semuanya merujuk kepada proses pertemuan orang yang membutuhkan atau menginginkan barang dan memiliki alat tukar dengan mereka yang memiliki barang tersebut.

 

Fungsi Pasar

        Pasar memiliki fungsi yang signifikan dalam kehidupan manusia. Berikut adalah fungsi pasar yang ada di tengah masyarakat di berbagai belahan dunia:

    1. Mempertemukan Pembeli Dengan Barang yang Dibutuhkan/Diinginkan

            Pasar adalah tempat pertemuan antara orang yang mempunyai barang dan orang yang membutuhkan barang.terutama barang-barang konsumtif atau barang yang menjadi kebutuhan sehari-hari, seperti beras, sayuran dan lauk pauk.

    2. Mata Pencaharian

            Pasar adalah tempat mencari nafkah bagi sebagian masyarakat.Bukan hanya pedang, namun juga orang-orang yang bergerak di sektor lain seperti, supir angkutan, tukang becak, ojek, kuli panggul, tukang parkir dan lain sebagainya.

    3. Meningkatkan Perekonomian Sebuah Komunitas atau Negara

            Pasar menjadi media peningkatan perekonomian negara.Dengan adanya pasar, maka tingkat kesejahteraan masyarakat pun meningkat. Pasar bahkan bisa menjadi media bagi sebuah negara untuk meningkatkan devisa melalui proses ekspor

    4. Menjaga Stabilitas

            Adanya pasar membuat kondisi sosio-masyarakat dan ekonomi menjadi stabil.Sebab, seseorang dapat mencari kebutuhannya sendiri tanpa harus melakukan sesuatu yang ilegal atau melanggar hukum.  Selain itu, dengan tempat yang terpusat, pemerintah bisa memantau harga-harga kebutuhan pokok agar harga bisa stabil dan terjangkau oleh masyarakat.

 

Peran dan Fungsi Pasar Dalam Perekonomian

        Keberadaan pasar mempunyai peran yang sangat penting.Peran pasar dalam perekonomian adalah sebagai berikut:

     1. Peranan Pasar Bagi Produsen

            Pasar mempunyai peranan yang sangat penting bagi produsen yaitu membantu memperlancar penjualan hasil produksi dan dapat pula digunakan sebagai tempat untuk mempromosikan atau memperkenalkan barang dan jasa hasil produksi. Selain itu produsen juga dapat memperoleh barang atau jasa yang akan digunakan untuk keperluan proses produksi.

    2. Peranan Pasar Bagi Konsumen

            Pasar mempunyai peranan yang sangat penting bagi konsumen, karena konsumen mudah untuk memperoleh  barang atau jasa yang dibutuhkan. Apabila pasar semakin luas, konsumen akan semakin mudah memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan.

    3. Peranan Pasar Bagi Pembangunan

            Peranan bagi pembangunan adalah menunjang kelancaran pembangunan yang sedang berlangsung.Upaya dalam meningkatkan pembangunan, pasar berperan membantu menyediakan segala macam barang dan jasa yang bermanfaat bagi pembangunan.Pasar juga dapat dijadikan sumber pendapatan pemerintah untuk membiayai pembangunan melalui pajak dan retribusi.

    4. Peranan Pasar Bagi Sumber Daya Manusia

            Kegiatan perdagangan di suatu pasar membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit.Semakin luas suatu pasar, semakin besar tenaga kerja yang dibutuhkan.Dengan banyaknya tenaga kerja yang dibutuhkan, berarti pasar turut membantu menguranti pengangguran, memanfaatkan sumber daya manusia, serta membuka lapangan kerja.

Secara umum, pasar mempunyai tiga fungsi utama yaitu sebagai sarana distribusi, pembentukan harga, dan sebagai tempat promosi.

 

Pasar Sebagai Sarana Distribusi

        Pasar sebagai sarana distribusi, berfungsi memperlancar proses penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Dengan adanya pasar, produsen dapat berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menawarkan hasil produksinya kepada konsumen.Pasar dikatakan berfungsi baik jika kegiatan distribusi barang dan jasa dari produsen ke  konsumenberjalan lancar.Sebaliknya, pasar dikatakan tidak berfungsi baik jika kegiatan distribusi seringkali macet.

- Pasar Sebagai Pembentuk Harga

        Pasar merupakan tempat pertemuan antara penjual dan pembeli.Di pasar tersebut penjual menawarkan barang atau jasa kepada pembeli. Pembeli yang membutuhkan barang atau jasa akan berusaha menawar harga dari barang atau jasa tersebut, sehingga terjadilah tawar - menawar antara kedua belah pihak. Setelah terjadi kesepakatan, terbentuklah harga.Dengan demikian, pasar berfungsi sebagai pembentuk harga.

        Harga yang telah menjadi kesepakatan tersebut, tentunya telah diperhitungkan oleh penjual dan pembeli. Penjual tentu telah memperhitungkan laba yang diinginkannya, sedangkan pembeli telah memperhitungkan manfaat barang atau jasa serta keadaan keuangannya

- Pasar Sebagai Sarana Promosi

        Pasar sebagai sarana promosi artinya pasar menjadi tempat memperkenalkan dan menginformasikan suatu barang atau jasa tentang manfaat dan keunggulan pada konsumen.Promosi dilakukan untuk menarik minat pembeli terhadap barang atau jasa yang diperkenalkan. Promosi dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain, memasang spanduk, menyebarkan brosur, pameran dan sebagainya. Banyaknya cara promosi yang dilakukan oleh produsen, membuat konsumen lebih selektif dalam memilih barang yang akan dibeli. Biasanya produsen yang menawarkan barang dengan harga murah dan kualitasnya bagus akan menjadi pilihan konsumen.

 

Klasifikasi Pasar

Secara umum, ada dua jenis pasar yang ada di dunia.

- Pasar Tradisional

        Pasar tradisional adalah jenis pasar yang menggunakan cara bertukar barang dan alat tukar secara tradisional. Barang-barang yang dijual pun biasanya barang kebutuhan yang amat mendasar (primer). Di era modern ini, pasar tradisional masih gampang ditemui, bahkan di kota-kota besar sekalipun.Pasar tradisional dicari karena menyediakan kebutuhan primer secara lengkap, dan harganya pun lebih murah. Selain itu, di pasar tradisional, harga yang ditetapkan masih dapat ditawar oleh para pembeli sehingga ini cukup menguntungkan dari sisi ekonomi.

 

- Pasar Modern

        Pasar modern umumnya hadir dalam tempat yang lebih futuristik dan lebih menunjang kenyamanan pembeli.Contohnya, seperti supermarket yang lebih bersih. Barang-barang dalam bentuk mentah, seperti daging mentah, biasanya tidak diletakkan begitu saja, tetapi dikemas khusus sehingga tidak mengotori ruangan. Pasar modern juga menerima pembayaran elektronik, seperti dengan kartu kredit atau debit.Bahkan, pasar modern era kini bisa menerima pembayaran dalam bentuk dompet digital. Setiap pasar memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.Yang jelas, bagi masyarakat modern, keduanya tidak bisa dilepaskan.Pasar modern bisa menjadi tempat untuk membeli kebutuhan sehari-hari yang nyaman. Sementara itu, pasar tradisional bisa dipilih untuk membeli barang dalam bentuk grosir dengan harga terjangkau.

 

Jenis Jenis Pasar

Berdasarkan bentuknya, ada dua jenis pasar yang ada di tengah masyarakat. Pasar-pasar itu adalah:

    - Pasar Nyata

            Pasar nyata adalah pasar di mana penjual dan pembeli bertemu muka secara langsung.Di pasar nyata ini, transaksi berlangsung secara tatap muka sehingga minim terjadi miskomunikasi atau bahkan penipuan. Pada pasar nyata, pembeli bisa melihat dan menimbang bahan yang akan ia beli secara langsung. Maka dari itu, saat terjadi kesalahan, sejatinya aia juga turut bertanggung jawab atas hal itu karena pembelian dilakukan langsung. Kekurangan dari konsep pasar nyata ini adalah kurang praktis.Pembeli harus pergi ke tempat tertentu dan harus bertemu dengan pedagang.

    - Pasar Abstrak

            Pasar abstrak merupakan pasar yang tidak menyediakan ruang langsung untuk bertemunya penjual dan pembeli. Pasar abstrak contohnya seperti pasar modal, pasar saham, dan tentu saja jual beli online yang sekarang ini sedang marak. Abstrak dianggap sebagai ‘pembunuh’ dari pasar yang nyata. Karena, orang-orang zaman sekarang lebih suka dengan pasar abstrak.Pasalnya, pasar abstrak bisa dilakukan di mana saja, dan pilihan barangnya variatif. Kelebihan dari pasar abstrak adalah pasar ini bisa diakses dari mana saja, mudah untuk mencari barang, dan tak menyulitkan Anda selaku pedagang dan pembeli. Kekurangannya adalah sebagai pembeli, Anda tidak dapat mengecek kondisi barang secara langsung.Kemudian, apabila terjadi kesalahan, komplain pun kadang tak bisa membuat Anda puas.  Sementara, kekurangan dari sisi penjual adalah Anda harus percaya pada jasa ekspedisi.Padahal, bisa saja ada kesalahan dari jasa ekspedisi, seperti merusak, menghilangkan barang, dan sebagainya. Bagaimana cara agar pasar nyata mampu bersaing di era teknologi? Sebetulnya, ada satu jalan tengah yang bisa diambil, yakni sebagai berikut: 

  • Pasar nyata bisa fokus menjadi pasar yang menjual barang dengan harga lebih terjangkau
  • Pasar nyata menjual barang segar yang tak mungkin dikirim dengan ekspedisi
  • Pasar nyata membuat sebuah konsep yang menarik, seperti bazar atau pop-up market.
  • Pasar nyata melakukan sebuah terobosan hybrid. Maksudnya, pemilik pasar nyata juga dapat turut menjual barang di pasar abstrak dengan bantuan aplikasi pengantar makanan atau aplikasi e-commerce Pasar nyata juga bisa mereduksi biaya sewa dengan tidak membuka toko yang terlalu besar sehingga modal bisa dialokasikan ke tempat lain.
  • Pasar nyata juga bisa hadir dalam event tertentu, seperti car free day. 

 

 

MENGUKUR PERMINTAAN PASAR

  BAB I PENDAHULAN   A.     Latar Belakang Pada dasarnya Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih da...